MUHAMMAD SAW DAN GENGHIS KHAN

Muhammad SAW dan Genghis Khan adalah dua orang yang ummi (buta huruf) tetapi memiliki kepemimpinan yang visioner dan mampu mempersatukan umat. Rasulullah berhasil mempersatukan suku-suku Arab dalam ikatan kabilah-kabilah menjadi bangsa yang mampu menaklukan dua pertiga bagian dunia selama +/- 700 tahun. Sementara itu Genghis Khan berhasil mengubah gerombolan-gerombolan berkuda bangsa Mongolia menjadi mesin tempur yang hebat dan disiplin, membentuk pasukan dengan taktik revolusioner dan persenjataan jenius, dan memiliki kekuasaan kekaisaran yang terbentang meliputi sepertiga daratan bumi dari Asia hingga Eropa Timur selama +/- 150 tahun. Kekaisaran Mongolia tidak mampu bertahan lama dikarenakan kebudayaan mereka tidak mengakar kuat di wilayah-wilayah yang ditaklukkannya. Fokus mereka hanya pada perluasan wilayah melalui kekuatan militer tanpa ada misi untuk penyebaran ajaran spiritual seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah dan Genghis Khan sama-sama menggabungkan kepasrahan diri terhadap Tuhan dengan strategi perang yang handal dalam setiap peperangan yang dilakukannya (meskipun dalam konteks Tuhan yang disembah jauh sekali berbeda). Dua panglima perang ini selalu berada di barisan terdepan ketika berperang melawan musuh. Semua balatentara yang dipilih oleh kedua panglima perang hebat ini adalah tentara-tentara pilihan yang luar biasa hebatnya.
Kondisi peperangan yang dihadapi juga sama yaitu mereka berdua mampu menghadapi pasukan yang amat besar dengan jumlah pasukan yang lebih kecil. Keduanya juga nyaris tidak pernah kalah dalam peperangan, memiliki perhatian yang amat tinggi terhadap pasukannya, menghidari pembunuhan terhadap wanita dan anak kecil dan meminimalisir setiap korban dari prajuritnya sendiri.  Sikap toleransi yang tinggi juga dimiliki oleh kedua panglima perang ini. Rasulullah sangat menjunjung tinggi dan menghormati keyakinan penduduk negeri yang diperanginya, begitu juga dengan Genghis Khan, sikapnya begitu toleran terhadap agamawan dan tempat-tempat ibadah. Ia tetap memiliki toleransi terhadap kebudayaan di wilayah yang berhasil ditaklukkannya. Orang-orang muslim masih tetap diberikan kesempatan untuk mengembangkan kebudayaannya.Terakhir, adalah kesamaan strategi perang yang dilakukan dengan didasarkan atas lima elemen penting yaitu kecepatan, serangan mendadak, gagah berani, variasi taktik, dan disiplin ketat.
Selain sebagai panglima perang yang hebat, ternyata Genghis Khan juga memiliki keteladanan yang sesungguhnya membuat kita berdecak kagum seperti bakti terhadap orang tua, kesetiaan dan cinta terhadap pasangan hidup, kesetiaan dalam persahabatan, memiliki sikap spiritual yang tinggi, tidak pernah melupakan pertolongan orang lain, dan kepeduliannya terhadap orang lain.
Genghis khan adalah sosok pemimpin yang tidak tamak harta, visioner dan memiliki kemampuan dalam mengelola emosi dengan baik. Setiap kali peperangan, Genghis Khan selalu membagikan 9/10 bagian harta rampasan perang kepada prajurit-prajurit yang berada di bawah kendalinya, sementara itu ia hanya menikmati 1/10 bagian sisanya. Meskipun Genghis Khan dibesarkan dalam kebudayaan nomadic, pada masa kepemimpinanya Ia membangun ibu kota kerajaan permanen, Karakorum menjadi tempat pilihannya dan ia ingin menjadikannya sebagai pusat dagang dan budaya yang besar.
Genghis Khan ingin bangsanya sejahtera dari penaklukan yang dilakukannya. Ia menginginkan rakyatnya memakan daging yang empuk, hidup dalam tenda yang indah dan mengembalakan ternak-ternak mereka di tanah yang subur. Genghis Khan adalah seorang yang buta huruf tetapi ia paham betul dengan kekuatan tulisan dan ia tidak menginginkan rakyatnya seperti itu dan memerintahkan agar warisan kekuasaannya tercatat untuk generasi mendatang.
Untuk mensejahterakan rakyatnya Genghis Khan mengimpor pengetahuan dan teknologi militer dari China, mendirikan korps pelatihan medis dengan tabib-tabib China, memerintahkan pengikutnya untuk melakukan kodifikasi atas catatan dan peraturan darinya sebagai cikal bakal hukum dan perundang-undangan di masa kekaisarannya. Pada masa kekuasanaanya tidak seorangpun diperbolehkan memiliki budak dari bangsa Mongol, dan tiap suku diberikan kebebasan untuk menentukan tanahnya sendiri.
Genghis Khan juga merupakan seseorang yang mampu mengelola emosinya dengan baik. Setiap penumpasan yang kejam dan tanpa ampun selalu ia lakukan dengan penuh kesadaran atas manfaat dan akibatnya, bukan dengan keadaan membabi buta. Ia tahu kapan harus membalas dendam dan kapan harus memaafkan seseorang meskipun orang tersebut telah menyiksanya. Penyerangan yang dilakukannya terhadap kesultanan Khawarizm yang menghabiskan darah sejuta manusia di kawasan Persia juga bukan dengan alasan yang membabi buta dan haus kekuasaan. Keinginan Genghis untuk membuka jalur perdagangan dengan Kesultanan Khawarizm ternyata dibalas dengan pengiriman penggalan kepala utusan Sang Kaisar.
Meskipun ganas di medan pertempuran Sang Kaisar juga seorang pemaaf, Tindakan untuk memaafkan Jamukha merupakan sikap yang amat brilliant dan sulit untuk ditiru. Jamukha sang Saudara angkat yang awalnya memang banyak memberikan pertolongan kepada Genghis namun dalam perjalanannya Jamukha sendirilah yang menghancurkan kehidupan Genghis dengan menyiksanya dan menjualnya sebagai budak akibat perebutan kekuasaan yang tak sehat. Genghis Khan pun tidak mau menuruti permintaan Jamukha untuk menghukum dirinya.
Bagaimana dengan pandangan umat Islam terhadap Genghis Khan yang melakukan penyerangan di kesultanan Khawarizm. Penyerangan ini merupakan langkah awal kesuksesan bagi penyerbuan berikutnya oleh Hulagu Khan ke Baghdad yang semakin memundurkan peradaban Islam ? Kita harus memandangnya dari sisi yang positif juga. Saat itu kekhalifahan Islam sesunguhnya telah banyak melakukan banyak penyimpangan. Kesombongan, keangkuhan, perpecahan antar umat, perebutan kekuasaan antara bani Umayyah dan Abassiyah dan ketamakan atas gelimang harta dunia telah meliputi masa kekhalifahan Abassiyah di zaman tersebut. Dengan demikian datangnya bangsa Mongol menaklukkan peradaban Islam juga sesunguhnya merupakan pelajaran, ujian dan peringatan yang berharga dari Tuhan bagi umat Muslim agar tidak selalu berpecah belah memperebutkan kekuasaan.
*Tulisan lama yang disusun ulang dengan judul yang berbeda
Dirangkum dari:
The Secret History of Mongols : The Life and Times of Chinggis Khan, translated by, Urgunge Onon, Routledge Curzon Press : 2001
The Life of Genghis Khan, BBC Documentary, 2008

Sumber:http://sejarah.kompasiana.com/2010/11/04/muhammad-saw-dan-genghis-khan-dua-panglima-perang-terhebat-sepanjang-masa-314618.html

4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Para ulama telah bersepakat bahwa orang mukmin yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kafir murtad dan wajib dibunuh. Pendapat ini adalah ijma’ yang telah dinukil oleh manyoritas para ulama, diantaranya Imam Ishaq Bin Ruwaihah, Ibnu Mundzir, Qodhi Iyadh, Al-Khattabi dan lain-lain. (As-Sharimul Maslul, 2/13-16)

    Di antara dalil yang menguatkan pendapat tersebut adalah:

    يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُون (64) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

    “Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…” (At-Taubah: 64-66)
    https://www.kiblat.net/2015/01/08/hukuman-bagi-para-penghina-nabi-saw/

    BalasHapus
  3. Jika kalian mengumpulkan semua penderitaan yang terjadi di dunia Muslim pada masa sekarang, tidak sebanding sama sekali dengan penderitaan yang dialami umat Muslim saat invasi Mongolia.

    Ketika Genghis Khan dan pasukannya membantai dan menghancurkan dunia Muslim, para ahli sejarah Barat mengatakan bahwa mereka menjangkau Polandia, Bulgaria, Moskow, dan yang dilakukan pasukan itu kepada umat Muslim tidak tertandingi kekejamannya.

    Ketika mereka menaklukkan Bukhara, riwayat menyebutkan bahwa mereka mengumpulkan setiap Muslim dalam masjid dan mereka membunuhnya.

    Ketika mereka menaklukkan Samarkand, mereka mengumpulkan umat Muslim di luar kota Samarkand dan mereka membantainya. Mereka memenggal kepala-kepala mereka, dan mereka membuat tumpukan-tumpukan dari kepala manusia.

    Ketika mereka menalukkan Gorgan, Juwaini sang ahli sejarah yang terkenal menyebutkan ada 50.000 tentara Mongol, setiap dari mereka diperintahkan untuk mengeksekusi 24 Muslim. Kemudian setelahnya mereka menuju ke kekhalifahan umat Muslim, Baghdad. Baghdad adalah kota yang paling indah di dunia Muslim saat itu.

    Mustasim adalah khalifah pada waktu itu. Dan ketika Halagu (pemimpin Mongol) sampai ke pinggiran Baghdad, Mustasim bertanya kepada penasihatnya dan mereka berkata “Hal yang paling baik adalah kau meminta perjanjian damai dengan mereka.”

    Dan Halagu berkata dengan tegas “Jika kau ingin keluar, jangan keluar seorang diri, bawa para penasihatmu, bawa para ulama bersamamu.”

    Jadi Mustasim keluar dengan 700 orang tapi Halagu hanya membolehkan 80 orang masuk ke tenda. Dan mereka membawa sisanya, mereka sangat mudah dibunuh dan mereka membantai semuanya.

    Sekarang Mustasim berdiri di pengadilan dari pangeran Mongol dan para rakyat ketika datang melihat Mustasim... dia gemetar di hadapan Halagu.

    Halagu berkata “Aku akan membiarkanmu hidup untuk sementara.”

    Alasan mereka membiarkannya hidup adalah agar dia kembali ke Baghdad dan memberitahu pasukannya untuk menyerah. Jadi mereka membawanya kembali ke Baghdad dan ketika dia sudah menyuruh pasukan Baghdad untuk menurunkan senjata, riwayat menyebutkan bahwa mereka membawa 3 orang anaknya di hadapannya dan membantainya. Mereka membawa saudarinya, dan mereka membantainya di hadapan Mustasim. Mereka membawa para ulama dan mereka membunuhi semua ulama Sunni.

    Kemudian Halagu berseru bahwa darah seorang Muslim adalah halal.

    Selama 40 hari berikutnya, mereka tanpa henti membantai umat Muslim. Di zaman itu tidak ada senapan mesin, jadi mereka membuat umat Muslim berbaris dan mereka memenggal kepala-kepala mereka layaknya memenggal kepala ayam di peternakan.

    Selama 40 hari kejadian ini terus berlanjut, umat Muslim begitu ketakutan. Riwayat menyebutkan bahwa seorang wanita Mongol sering masuk ke rumah seorang Muslim dan wanita ini membunuh semua orang di rumah itu dan tidak akan ada yang berani melawannya. Seorang wanita Mongol sering berkata kepada sekumpulan pria Muslim “Jangan bergerak”, dan mereka tidak berani bergerak. Kemudian wanita itu pulang, membawa pedangnya, kemudian dia membantai mereka semua.

    Riwayat menyebutkan bahwa satu orang Mongol membunuh 40 anak kecil setelah membunuh seorang ibu. Seluruh populasi Baghdad hampir sama dengan populasi Birmingham, namun setengah populasi telah musnah.

    Dan setelah 40 hari, Halagu datang ke Baghdad dan dia memerintahkan pembantaian agar dihentikan, sedangkan banyak umat Muslim telah menggali kubur dan mereka bersembunyi di dalamnya. Banyak yang memakan anjing, kucing, BAHKAN mayat hanya untuk bertahan hidup.
    selanjutnya :
    sumber http://www.lampuislam.org/2013/09/ketika-kekhalifahan-islam-diserbu.html

    BalasHapus
  4. Turunan mongol memang kejam,karna mereka adalah keturunan tulen dari yakjut makjut,pemimpin islam dari suku mongol juga kejam dia bernama tamer lane/amir timur dalam sejarah dia melebihi gengis khan,dia lebih banyak menakhlukkan,,dan dia adalah penghancur barisan tentara salib eropa serta orang yg mengalahkan dan memenjarakan muhammad al fatih,,amir timur selalu membuat piramida dari kepala2 musuh nya,satu2 nya pemimpin islam yg teramat kejam dan di takuti di seluruh penjuru dunia

    BalasHapus